Jember,mataelang.i-news.site – Gelaran Jatim Specialty Coffee, Tobacco, dan UMKM Fest Vol. 3 yang diinisiasi oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Korwil Jawa Timur resmi dibuka secara meriah di Alun-Alun Jember, Jumat (15/5/2026).
Acara ini dihadiri langsung oleh Penjabat (PJ) Sekda Jember Achmad Imam Fauji bersama Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Jember Bambang Rudianto, S.Sos., dengan didampingi erat oleh Ketua MAKI Korwil Jatim, Heru Purnomo.
Kehadiran para petinggi birokrasi ini menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kolaborasi strategis ekonomi kerakyatan yang digerakkan oleh elemen masyarakat sipil.
PJ Sekda Jember: UMKM Penopang Ekonomi Nasional, Dorong Revitalisasi BUMD
“PJ Sekda Jember Achmad Imam Fauji memberikan pemaparan data yang krusial mengenai urgensi dukungan terhadap sektor usaha mikro. Beliau menekankan bahwa UMKM adalah tulang punggung sejati perekonomian, di mana secara nasional sektor ini berkontribusi menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja serta menopang hingga 50 persen produk domestik bruto (PDB) nasional.”
“Sejarah telah membuktikan bahwa pergeseran pola pikir ekonomi dan pergerakan kesejahteraan bisa dimulai dari komoditas lokal yang kuat, seperti kopi dan tembakau. Hari ini, Mas Heru selaku Ketua MAKI Jatim berhasil membuktikan bahwa kolaborasi nyata antara pemerintah provinsi dan kabupaten mampu mewujudkan festival ini sebagai wujud nyata Persatuan Indonesia.”
“Di sini kita melihat LSM dapat memosisikan diri sebagai kanal supporting system yang mengharmonisasikan program kerja pemerintah provinsi dan kabupaten,” tegas Achmad Imam Fauji.

“Terkait potensi komoditas lokal, Achmad Imam Fauji mengungkapkan bahwa kopi Jember memiliki kualitas internasional yang bahkan telah rutin dikirim ke Malang hingga menembus pasar Eropa. Menanggapi peluang besar ini, Pemkab Jember berkomitmen melakukan pembenahan internal dari hulu ke hilir.”
“Tangan pemerintah dalam menggerakkan perekonomian itu ada dua, yaitu melalui jalur birokrasi dan jalur korporasi. Untuk memaksimalkan serapan dan tata niaga kopi serta tembakau ini, langkah awal yang akan kita lakukan adalah melakukan perbaikan dan penguatan di tubuh korporasi daerah, yakni Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jember,” imbuhnya.
Kasatpol PP Jember: Festival Diminati Masyarakat, Penataan PKL Humanis hingga Tingkat Kecamatan
“Apresiasi senada disampaikan oleh Kasatpol PP Jember, Bambang Rudianto, S.Sos. Beliau menilai festival tahun ketiga ini jauh lebih lengkap karena menyatukan tiga pilar utama: kopi, tembakau (tobacco), dan UMKM, serta terbukti sangat diminati dan dipadati oleh masyarakat Jember sejak hari pertama dibuka.
Di sisi lain, Bambang Rudianto memanfaatkan momentum ini untuk membeberkan langkah strategis Satpol PP Jember dalam melakukan pembinaan dan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) agar bisa naik kelas seperti para pelaku UMKM di dalam festival.”
“Langkah utama Satpol PP terhadap rekan-rekan PKL berkomitmen penuh menggunakan pendekatan sosialisasi dan edukasi, bukan penggusuran sepihak. Kita ingin mendorong perkembangan ekonomi mereka. Sebagai bentuk implementasi, kami telah menyiapkan ruang penataan temporer di Jalan Kartini, yang nantinya akan terus dikembangkan ke ruas Jalan Gatot Subroto, berlanjut ke Jalan Diponegoro, hingga ke kawasan Jalan Wijaya Kusuma,” jelas Bambang Rudianto.
“Bambang juga menambahkan bahwa instruksi penataan yang humanis, persuasif, dan berbasis sosialisasi ini tidak hanya berlaku di pusat kota Jember saja.”
“Langkah pembinaan dan penataan PKL berbasis sosialisasi ini sudah kita instruksikan secara tegas untuk diterapkan secara merata hingga ke tingkat kecamatan di seluruh Kabupaten Jember,” pungkasnya.














