banner 728x250

Diduga Akibat Saluran Tersumbat oleh Hotel Putri Agung, Banjir Rendam Pondok Pesantren Mathla’ul Anwar Baradatu

WAY KANAN — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, pada Sabtu malam, 23 Mei 2026, menyebabkan banjir di lingkungan Pondok Pesantren Mathla’ul Anwar yang berada di Kelurahan Tiuhbalak Pasar. Air dilaporkan mulai masuk ke area pesantren sekitar pukul 22.30 WIB dengan ketinggian mencapai kurang lebih 80 sentimeter.

Tidak hanya merendam area pesantren, banjir juga menggenangi sejumlah rumah warga serta Masjid Ijtihad yang berada di sekitar lokasi. Beberapa fasilitas pesantren, termasuk ruang belajar dan area ibadah, dilaporkan terdampak akibat luapan air yang masuk secara tiba-tiba.

Menurut keterangan sejumlah warga dan pengurus pesantren, banjir diduga dipicu oleh tersumbatnya saluran drainase di sekitar lokasi. Warga menduga penyumbatan tersebut berada di area dekat Hotel Putri Agung sehingga aliran air tidak berjalan normal saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.

“Saat hujan deras, air tidak mengalir seperti biasanya. Diduga ada saluran yang tersumbat sehingga air meluap dan masuk ke lingkungan pesantren serta rumah warga,” ujar salah satu pengurus pesantren.

Akibat kejadian tersebut, aktivitas santri sempat terganggu. Beberapa perlengkapan belajar dan fasilitas di lingkungan pesantren turut terdampak genangan air.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Hotel Putri Agung terkait dugaan penyumbatan saluran air tersebut. Sementara itu, pemerintah setempat juga belum memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab pasti banjir yang terjadi.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Way Kanan segera turun tangan untuk melakukan pengecekan dan normalisasi drainase di wilayah tersebut. Warga juga meminta adanya penyelidikan lebih lanjut agar penyebab banjir dapat diketahui secara pasti sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius masyarakat sekitar, mengingat banjir tidak hanya merusak fasilitas pesantren dan rumah warga, tetapi juga mengganggu aktivitas ibadah serta kegiatan pendidikan para santri di Pondok Pesantren Mathla’ul Anwar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *