banner 728x250

” Cinta Anak ” Peringatan Hari Pendidikan Nasional Kabupaten Jember Dikemas Dalam Talkshow

Jember,mataelang.i-news.site – Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Jember hadir dengan pesan mendalam: pendidikan tak sekadar mencerdaskan, tetapi juga harus memanusiakan. gagasan tentang “cinta anak” digaungkan sebagai fondasi transformasi pendidikan masa depan. Hal tersebut dilakukan di Pendopo Wahyawibawagraha. Sabtu ( 2/5/2026 )

Peringatan Hardiknas kali ini dikemas dalam talkshow bertema “Transformasi Pendidikan Berbasis Cinta Anak” yang dihadiri Bupati Jember , Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO , serta ratusan peserta dari kalangan kepala sekolah, pengawas, dan penilik. Sekitar 350 undangan turut ambil bagian dalam forum yang menjadi ruang refleksi sekaligus diskusi strategis tersebut.

Bupati Jember Gus Fawait dalam pidatonya menceritakan kisah perjalanan pendidikannya yang seluruhnya ditempuh di madrasah. Ia menegaskan bahwa latar belakang pendidikan tidak boleh menjadi batasan bagi siapa pun untuk meraih kesuksesan.

“Lanjutnya, Bupati Jember ini lulusan madrasah. Kita semua punya kesempatan yang sama, tidak boleh ada pendidikan yang dipandang sebelah mata,” ungkapnya.

” Beliau juga menjelaskan kebijakan pelaksanaan upacara Hardiknas yang tidak dipusatkan di alun-alun, melainkan dilaksanakan di masing-masing sekolah. Menurutnya, langkah ini diambil demi kenyamanan para peserta upacara.”

“Saya tahu panjenengan kalau hadir di alun-alun itu nunduk, bukan karena terharu dengan sambutan saya, tapi karena kepanasan,” Canda Gus Fawait

Lebih jauh, Gus Fawait menekankan bahwa forum talkshow ini merupakan momentum penting untuk menyerap gagasan dari para ahli guna meningkatkan mutu pendidikan di Jember, terutama bagi kalangan santri dan pelajar. Ia juga memaparkan sejumlah kebijakan daerah di bidang pendidikan dan kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN), termasuk komitmen tidak mengurangi tambahan penghasilan pegawai (TPP) serta rencana pengangkatan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).Kalau manis terus bisa kena diabetes. Maka harus ada yang pahit, tapi menyehatkan,” ujarnya

“Beliau mencontohkan kebijakan “pahit” tersebut melalui program verifikasi dan validasi data kemiskinan yang melibatkan ASN secara langsung. Langkah ini dinilai penting karena persoalan kemiskinan di Jember sudah berada pada tahap krusial dan membutuhkan penanganan serius.”

“Kalau bantuan tidak tepat sasaran, maka tidak akan efektif. Maka saya minta ASN turun langsung, verval 3 sampai 5 rumah. Ini bagian dari kebijakan yang mungkin terasa pahit, tapi menyehatkan,” tegas Gus Fawait

“Kebijakan tersebut diharapkan mampu memastikan bantuan sosial tepat sasaran, terutama bagi masyarakat dalam kategori desil 1 yang menjadi prioritas utama penanganan. Selain itu, pendekatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang lebih responsif dan berbasis data.”

“Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Jember berharap lahir komitmen kolektif untuk mewujudkan sistem pendidikan yang lebih inklusif, berorientasi pada kebutuhan anak, serta mampu mencetak generasi unggul. Semangat Hardiknas 2026 pun menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, dan masyarakat dalam membangun masa depan pendidikan yang lebih berkeadilan.” Pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *