banner 728x250
Daerah  

Dusun Paseban Dilanda Banjir Parah, Warga Sempat Panik — Air Surut Menjelang Subuh

 

JEMBER, mataelang.i-news.site — Banjir parah melanda kawasan Desa Rowotantu, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, pada Sabtu malam (14/2/2026). Luapan air yang datang secara cepat menyebabkan sejumlah rumah warga di Dusun Paseban terendam, memicu kepanikan dan aksi penyelamatan mandiri oleh warga setempat.

Menurut kesaksian warga, air mulai naik pada malam hari setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Dalam waktu singkat, aliran air membesar dan masuk ke area permukiman. Beberapa warga memilih bertahan di rumah sambil mengamankan barang berharga, sementara lainnya berjaga di tempat yang lebih tinggi.

Titik kerusakan paling parah dilaporkan terjadi di rumah milik Bapak Dian dan Ibu Sugik. Warga sekitar menyebut struktur rumah sempat tampak menggantung akibat tergerus arus dan tekanan air yang kuat. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan runtuhnya bangunan sebelum air akhirnya berangsur surut.

“Air naiknya cepat sekali. Kami hanya sempat menyelamatkan barang penting. Rumah Pak Dian dan Bu Sugik yang paling parah — terlihat seperti tergantung karena tanah di bawahnya terkikis,” ujar salah satu warga yang ikut membantu proses evakuasi mandiri.

Puncak banjir terjadi pada tengah malam, dengan arus yang cukup deras di beberapa titik gang permukiman. Meski tidak ada laporan korban jiwa, warga mengalami kerugian material berupa perabot rumah tangga rusak, dinding tergerus, serta endapan lumpur yang memenuhi lantai rumah.

Menjelang pukul 04.00 WIB, debit air mulai menurun. Saat pagi tiba, warga bergotong royong membersihkan sisa lumpur dan puing yang terbawa banjir. Aktivitas pembersihan dilakukan dengan peralatan sederhana sambil memeriksa kondisi struktur bangunan yang terdampak.

Perangkat desa bersama masyarakat langsung melakukan pendataan awal terhadap rumah yang mengalami kerusakan. Warga berharap adanya perhatian dan bantuan untuk memperbaiki fasilitas yang terdampak agar kehidupan dapat segera kembali normal.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan kerentanan wilayah permukiman terhadap banjir saat curah hujan tinggi. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, serta segera berkoordinasi dengan aparat setempat apabila terjadi situasi darurat.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di Dusun Paseban berangsur kondusif. Warga tetap bersiaga mengantisipasi kemungkinan hujan susulan sembari melanjutkan pembersihan lingkungan.

Penulis: Mata Elang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *